Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

INVESTIGASI NUMERIK VIV (VORTEX INDUCED VIBRATION) PADA DIAMETER KABEL HYDROPHONE 0.04 M SISTEM AKUSTIK BAWAH AIR Maria Margareta Zau Beu; I Putu Andhi Indira Kusuma
ROTOR Vol 10 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.524 KB) | DOI: 10.19184/rotor.v10i2.6387

Abstract

The 2D numerical simulation of an underwater acoustic system undergoing VIV (Vortex Induced Vibration) which is in position parallel to 5 m distance with variation of hydrophone cable position. The diameter of the hydrophone cable in use is 0.04 m, with Reynold numbers (Re) variations of 13000, 15000, 17000, 19000, 21000, 23000, 25000, 27000 and 30000. Position variations are used to determine the flow pattern characteristics that occur behind the cylinder as well the maximum value of drag coefficient (CD) and lift coefficient (CL). The simulation results show that the characteristic flow pattern around a cylinder at each Re value indicates the release of the vortex behind the cylinder with different drag and lift coefficient values. Keywords: Vortex Shedding, Hydrophone, Acoustic System
FIRE FIGHTER BOAT : TINJAUAN ASPEK PENGGERAK, STABILITAS DAN OLAH GERAK Arga Bimantara; Pramudya Imawan Santosa; I Putu Andhi Indira Kusuma
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik pemukiman bantaran sungai di daerah perkotaan adalah padat penduduknya dengan akses jalan yang sempit, sehingga ketika terjadi bencana kebakaran akan kesulitan untuk menangulanginya karena mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk. Sebagai solusi diperlukan sebuah fire fighter boat (Kapal pemadam kebakaran). Fire fighter boat ini direncanakan menggunakan pompa. Untuk itu, dalam perancangan kapal ini masalah hambatan (Resistance), penggerak (Powering), stabilitas (Stability) dan olah gerak (Seakeeping) merupakan hal yang penting. Untuk menyelesaikan perhitungan Powering menggunakan Metode Holtrop dengan menggunakan software Maxsurf Resistance, sedangkan perhitungan stabilitas dan olah gerak menggunakan software Maxsurf (Stability dan Motion). Hasil yang didapat dari perhitungan Powering sebesar 6.2 HP dengan gaya Dorong Pompa (Thrust Pump) sebesar 30.6 N. Selanjutnya hasil dari perhitungan stabilitas menunjukkan bahwa boat dengan kondisi pemuatan bahan bakar penuh (FOT 100%) didapat maksimum GZ = 0.601 m dengan sudut kemiringan (Heel Angle) 17.3°, sedangkan untuk kondisi pemuatan bahan bakar kosong (FOT 0%) didapat maksimum GZ = 0.611 m dengan sudut kemiringan (Heel Angle) 16.4°. Kedua kondisi pemuatan tersebut telah sesuai dengan standar kriteria IMO A.749 (18) Code On Instact Stability. Hasil analisa olah gerak (Seakeeping) menggunakan software Maxsurf Motion Advanced diperoleh : Gerakan Roll, pada sudut gelombang datang 90° (Beam Seas) RAO 0.68 dan Wave Encounter sekitar 1.3 rad/s. Pada sudut gelombang oblique 135° (Quarter Head Seas) RAO 0.48 dan Wave Encounter sekitar 1.3 rad/s. Pada sudut gelombang datang 180° (Head Seas) RAO 0.2 dan Wave Encounter sekitar 1.3 rad/s. Gerakan Pitch, pada sudut gelombang datang 90° (Beam Seas) RAO 0.15 dan Wave Encounter sekitar 0.8 rad/s. Pada sudut gelombang oblique 135° (Quarter Head Seas) RAO 0.13 dan Wave Encounter sekitar 0.8 rad/s. Pada sudut gelombang datang 180° (Head Seas) RAO 0.08 dan Wave Encounter sekitar 0.8 rad/s. Gerakan Heave, pada sudut gelombang datang 90° (Beam Seas) RAO 0.0061 dan Wave Encounter sekitar 0.5 rad/s. Pada sudut gelombang oblique 135° (Quarter Head Seas) RAO 0.0045 dan Wave Encounter sekitar 0.5 rad/s. Pada sudut gelombang datang 180° (Head Seas) RAO 0.0041 dan Wave Encounter sekitar 0.5 rad/s.
PENERAPAN TEKNOLOGI ULTRA FILTRASI SEBAGAI MEDIA FILTERISASI DAN DAUR ULANG AIR PADA MESIN PENDINGIN IKAN JENIS SLURRY ICE DI KAPAL IKAN 30 GT Andhi Indira Kusuma; M.Rizky Ishardwiyanto; Minto Basuki
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi palkah kapal ikan yang menggunakan metode pendinginan tradisional, tidak menjamin kualitas ikan di dalamnya. Hal ini bisa dilihat dari metode penanganan ikan dengan menggunakan es balok suhu pendinginannya tidak dapat dipertahankan. Selain itu, kondisi ikan juga mengalami penurunan kualitas akibat pengaruh adanya lendir, darah, dan kotoran di dalam palkah. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan mesin slurry ice sebagai pendinginan ikan di dalam palkah dengan penambahan sistem filterisasi dan daur ulang air laut sebagai media pendinginan. Disamping itu dilakukan analisa stabilitas kapal ikan akibat penambahan mesin pendingin dan sistem filterisasi tersebut. Perhitungan analisa stabilitas meliputi tiga kondisi yaitu, kondisi kapal tanpa muatan dengan persediaan bahan bakar mesin dan air tawar mencapai 100%; kapal dengan penambahan sistem daur ulang air dan mesin pendingin ikan dengan persediaan bahan bakar mesin dan air tawar mencapai 100%; dan kapal dengan kondisi muatan penuh serta penambahan sistem daur ulang dan mesin pendingin ikan dengan persediaan bahan bakar mesin dan air tawar mencapai 50%. Hasil analisa perhitungan stabilitas dengan bantuan software Maxsurf Stability telah memenuhi standard International Maritime Organization (IMO) tahun 1977 tentang kriteria stabilitas utuh (criteria intact stability). Dimana, nilai maksimum GZ pada sudut kemiringan kapal pada 30° atau lebih adalah 0,2 meter, sedangkan nilai ketiga kondisi di atas berturut-turut adalah 0,442 meter, 0,424 meter, 0,463 meter. Sehingga dengan nilai tersebut, aspek keamanan dan kenyamanan kapal sudah terpenuhi. Sedangkan dari hasil analisis ekonomis, estimasi keuntungan bersih diperoleh sebesar Rp 7.404.800/ trip maka break event point akan tercapai setelah kapal dioperasikan untuk menangkap ikan sebanyak 62 trip atau pada 1 tahun 7 bulan.
RANCANG BANGUN TRASHER BOAT SEBAGAI MODA SARANA PEMBERSIH SAMPAH DI SUNGAI KALIMAS SURABAYA Ikbal Herlambang; Pramudya Imawan; I Putu Andhi Indira Kusuma
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kalimas merupakan sebuah sungai yang melintasi Kota Surabaya. Panjang total Sungai Kalimas adalah 12 km, mengalir dari daerah Ngagel dan bermuara di Selat Madura. Lebar penampang permukaan sungai bervariasi antara 20 m – 35 m dengan kedalaman antara 1 sampai dengan 3 m. Sejauh ini sarana pembersihan sampah di sungai Kalimas menggunakan alat berat Excavator. Tujuan dari skripsi ini adalah merancang moda sarana yang cocok untuk membersihkan permukaan sungai Kalimas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Trasher Boat dengan lambung Katamaran yang berdimensi L : 10 m, B : 3,8 m, T : 0.5 m, H : 1.1 m merupakan desain yang cocok. Mesin penggerak utama memiliki daya sebesar 5.5 HP dengan kecepatan dinas sebesar 3.00 Knot. Kapal yang direncanakan ini menggunakan sistem pengangkut sampah dalam pengoperasiannya yang dilengkapi dengan Bucket Excavator dan mesin penggerak Windlass.
Pengaruh Gerakan Transducer Terhadap Kualitas Sinyal Akustik Bawah Air Dengan Pendekatan Simulasi Andhi Indira Kusuma I Putu; Maria Margareta Zau Beu
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.588 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.476

Abstract

Pada proses transmisi sinyal akustik bawah air di perairan dangkal yang bergelombang akan mengakibatkan pergerakan transducer yang secara tidak langsung akan meningkatkan gangguan pada proses transmisi sinyal. Makalah ini menganalisa pengaruh pergerakan transducer terhadap kualitas sinyal komunikasi akustik bawah air dengan pendekatan simulasi serta menerapkan metode passive time reversal mirror (PTRM) sebagai metode pemrosesan sinyal untuk meminimalisir pengaruh multipath effect dan meningkatkan kualitas sinyal. Pemodelan metode image digunakan untuk memodelkan kanal beserta interaksi sinyal yang terjadi saat proses transimisi. Dimana, tanki uji tarik kapal digunakan sebagai kanal atau media transmisi sinyal komunikasi akustik. Tiga jarak komunikasi antara sumber dan penerima sinyal disimulasikan kedalam pemodelan dengan mentransimisikan sinyal akustik Binary Phase Shift Keying (BPSK) sebesar 10 kHz dan membawa 100 bits simbol transmisi dengan waktu transmisi selama 0.02 s. Kemudian tiga variasi nilai sigma (s) 2.5 cm, 5 cm dan 10 cm diberikan sebagai representasi gerakan osilasi dari transducer dengan sebaran Gaussian. Dari hasil pemodelan didapatkan bahwa semakin jauh jarak komunikasi maka nilai bit error akan meningkat. Kemudian semakin besar pergerakan transducer atau nilai sigma  (s)  maka semakin acak waktu kedatangan pada setiap elemen ray di masing-masing respon impulse dari kanal sehingga nilai bit error akan meningkat pula. Dengan menerapkan serta mengaplikasikan metode passive time reversal maka bit error dapat diminimalisir sehingga dapat meningkatkan kualitas sinyal akustik yang diterima.. Dalam hal ini metode passive time reversal efektif untuk mengurangi pengaruh yang ditimbulkan oleh pergerakan transducer.
APLIKASI METODE PASSIVE TIME REVERSAL MIRROR UNTUK MENGURANGI PENGARUH MULTIPATH PADA KOMUNIKASI AKUSTIK BAWAH AIR I Putu Andhi Indira Kusuma
INOVTEK POLBENG Vol 7, No 1 (2017): INOVTEK VOL.7 NO 1 - 2017
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.127 KB) | DOI: 10.35314/ip.v7i1.150

Abstract

AbstrakProses transmisi sinyal komunikasi akustik bawah air terkadang mengalami gangguan yang dikarenakan oleh karakteristik fisik kanal. Pada perairan dangkal keadaan fisik kanal yang paling berpengaruh adalah berupa pantulan sinyal dari permukaan air dan dasar perairan, dimana kejadian ini secara umum dinamakan sebagai multipath effect. Makalah ini menganalisa pengaruh multipath effect terhadap kualitas sinyal komunikasi akustik bawah air serta mengaplikasikan metode passive time reversal mirror (PTRM) sebagai metode pemrosesan sinyal untuk meminimalisir pengaruh multipath effect. Dalam pemodelan, tanki uji tarik kapal digunakan sebagai kanal atau media transmisi sinyal komunikasi akustik. Dimana, jarak antara sumber dan penerima sinyal pada pemodelan divariasikan kedalam tiga jarak komunikasi yaitu 2 m, 4 m , 6 m. Frekuensi sinyal akustik yang ditransmisikan adalah Binary Phase Shift Keying (BPSK) sinyal dengan frekuensi sebesar 10 kHz dan membawa 100 bits simbol transmisi. Sedangkan frekuensi sampel yang digunakan adalah 200 kHz dengan waktu transmisi selama 0.02 s. Dari hasil pemodelan didapatkan bahwa karakteristik kanal dapat dideskripsikan oleh respon impulse kanal pada masing-masing jarak komunikasi. Sedangkan hasil komunikasi mengalami gangguan oleh adanya fenomena multipath effect sehingga didapatkan bit error yang tinggi. Dengan mengapilkasikan metode passive time reversal mirror (PTRM), fenomena multipath effect dan bit error dapat diminimailisir bahkan dihilangkan sehingga kualitas komunikasi akustik bawah air dapat ditingkatkan.  Kata Kunci: Komunikasi akustik bawah air, Multipath effect, Passive time reversal mirror