ETNOHISTORI: Jurnal Kebudayaan dan Kesejarahan
Vol 4, No 1 (2017)

KASUS CEBONGAN DAN SPIRIT KORPSA: Analisis Fungsional Struktural dalam Kekerasan di Indonesia

Roikan - (Staf Asisten Peneliti Center For Security and Welfare Studies (CSWS) Universitas Airlangga)



Article Info

Publish Date
09 Apr 2017

Abstract

Kasus penyerangan lapas Cebongan yang melibatkan oknum dari Kopassus menjadi perhatian nasional pada pertengahan tahun 2013. Kekerasan yang secara substansial berbeda karena berawal dari solidaritas yang didasari oleh Jiwa korpsa (spirit korpsa) sebagai aksi spontan atas tewasnya salah satu anggota. Tulisan ini membahas kasus Cebongan dalam perspektif fungsional-struktural, sebuah paradigma kultural yang mambahas tentang keseimbangan, harmonisasi dalam basis komunitas. Solidaritas kelompok dan aspek hukum menjadi perhatian dalam menyoroti kasus penyerangan Lapas Cebongan. Pasca penyerangan lapas Cebongan yang menurut saya sebagai aksi kekerasan sepihak, justu melahirkan solidaritas dari berbagai elemen masyarakat. Dukungan moral, pendampingan masa sidang, pemasangan spanduk sampai pengiriman bingkisan menjadi bagian dari solidaritas masyarakat khususnya Yogyakarta yang menganggap bahwa pemberantasan premanisme dapat dikatakan berhasil setelah Kopassus turun tangan. Kasus Cebongan berawal dari solidaritas pada korps yang melahirkan solidaritas dari masyarakat. Kata Kunci: Cebongan, Spirit Korpsa, Kekerasan, Fungsional Struktural 

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

etnohis

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal ETNOHISTORI adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dengan tujuan turut serta mengembangkan ilmu Antropologi dan ilmu Sejarah di Indonesia. Karena itu, Redaksi Jurnal ETNOHISTORI menerima karangan dalam kedua ranah disiplin ilmu tersebut. Karangan dapat bersifat ulasan teoritis, refleksi ...