ETNOHISTORI: Jurnal Kebudayaan dan Kesejarahan
Vol 4, No 1 (2017)

FOSO dan BOBOSO: Ikhtiar Masyarakat Ternate Merawat Peradaban

Fachmi Alhadar (Prodi Sastra Inggris Universitas Khairun)
Rudi S. Tawari (Prodi Antropologi Sosial Universitas Khairun)



Article Info

Publish Date
10 Apr 2017

Abstract

Artikel ini membahas tentang foso dan boboso, salah satu ekspresi kebudayaan pada masyarakat Ternate. Tradisi ini bentuk larangan. Foso bagi masyarakat Ternate memiliki tingkatan yang lebih berat dari pada boboso. Sampai saat ini, bentuk larangan ini masih kuat di tengah-tengah masyarakat. Situasi ini mengisyaratkan bahwa setakat foso dan boboso masih sangat fungsional sehingga ini tetap dipertahankan untuk kepentingan kehidupan mereka. Dengan menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini berhasil mengungkapkan bahwa boboso dan foso adalah kecanggian berpikir masyarakat Ternate dan Maluku Utara secara umum. Jauh sebelum masyarakat mengenal hukum positif dan ajaran-ajaran keagamaan, boboso dan foso muncul sebagai respon masyarakat terhadap berbagai pengalaman yang telah dilalui. Tradisi ini menjadi ikhtiar keadaban masyarakat dalam proses humanisasi dan menata berbagai interaksi manusia (sosial dan ekologi). Selain itu, artikel ini juga mengungkapkan bahwa eksistensi boboso dan foso masih tetap berlangsung karena ditemukan bahwa pola transmisi  masihberjalan dengan baik. Prosesnya berlangsung sangat alamiah karena tradisi ini meskipun mengandalkan kelisanan tetapi tidak bersifat pertunjukkan. Pewarisan berjalan dengan cara yang ringan karena tradisi ini pada saat digunakan tidak membutuhkan keahlian tertentu. Sejauh mendengarkan boboso atau foso dari orang lain maka sejauh itu pula pengetahuan tentang boboso dan foso didapat. Kata Kunci: Foso, Boboso, Nilai, Makna, Masyarakat Ternate

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

etnohis

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal ETNOHISTORI adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dengan tujuan turut serta mengembangkan ilmu Antropologi dan ilmu Sejarah di Indonesia. Karena itu, Redaksi Jurnal ETNOHISTORI menerima karangan dalam kedua ranah disiplin ilmu tersebut. Karangan dapat bersifat ulasan teoritis, refleksi ...