Pendidikan sebagai media internalisasi dan sosialisasi masih dinilai belum sukses untuk memanusiakan manusia selama ini. Indikasinya adalah fenomena dehumanisasi dengan munculnya sejumlah problem sosial kemanusian seperti dekadensi moral, kriminalitas, dan lain-lain yang banyak dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan. Maka dalam rangka ini sistem pendidikan telah melakukan banyak pendekatan untuk menyentuh aspek-aspek yang dinilai paling efektif dalam mencapai tujuan pendidikan. Namun banyak di antaranya masih menggunakan pendekatan yang beroreintasi pada aspek intelektual. Bahwa keberhasilan seseorang dalam pendidikan hanya diukur dengan bagaimana kemampuan intelektualnya sehingga seringkali mengabaikan aspek lain yang justeru lebih penting. Penelitian ini adalah untuk mencari aspek lain yang lebih penting itu. Maka melalui paradigma Ibnu ‘Arabi>> tentang “insan kamil” ditemukan kesimpulan bahwa manusia memiliki struktur ontologis dan epistemologis yang pangkalnya adalah qolb (hati atau jiwa) sebagai sentral sikap dan kemauan manusia. Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan tasawuf dapat menjadi pendekatan yang paling efektif dalam mencapai tujuan pendidikan. Education as internalization and socialization media is still considered as unsuccessful for humanizing human during this period. The indication is the fenomenon of dehumanization indicated by the emergence of a number of social and humanitarian problems such as moral decadence, crime, and others that were often commetted by educated people. So based and this case, the education system has a lot of approacshes to touch many aspect considered the most effective in achieving educational goals. But many of them are still using an approach oriented on the intellectual capabilities that neglect other aspect that is more important. This research study is to look for other aspects that rely on more important. Namely through the paradigm of Ibnu ‘Arabi> boat perpect man (insan kami) which he found conclusion that man has an ontological and epistemological structure which the source is Qolb (heart/soul) as the central attitudes and human will. Thus it can be concluded that education of Sufism may be the most effective approach in achieving educational goals.
Copyrights © 2017