Salah satu bentuk respon yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah permintaan maaf dan berterima kasih. Dalam bahasa Jepang, sering digunakan ungkapan sumimasen dan arigatou gozaimasu. Selain kedua ungkapan tersebut, terdapat beberapa ungkapan lainnya yang dapat digunakan sebagai permintaan maaf dan berterima kasih. Ungkapan-ungkapan tersebut memiliki makna yang sama, tetapi digunakan dalam konteks yang berbeda. Dalam mengajarkan respon ini kepada pemelajar bahasa Jepang, ada baiknya tidak hanya mengajarkan ungkapan-ungkapan tersebut dengan cara menerjemahkan, tetapi menggunakan sebuah pendekatan agar pemelajar bahasa Jepang dapat memahami makna dan penggunaan ungkapan tersebut dalam konteks yang tepat. Dengan menganalisis ungkapan-ungkapan permintaan maaf dan terima kasih yang digunakan sebagai respon dengan cara deskriptif kualitatif, dapat disimpulkan bahwa ungkapan tersebut memiliki persamaan makna, tetapi digunaan dalam konteks tuturan yang berbeda. Selain itu, ungkapan sumimasen juga memiliki makna kontekstual dan digunakan untuk berterima kasih. Jadi, mengajarkan ungkapan-ungkapan tersebut dengan pendekatan semantik dan pragmatik dirasa tepat untuk dilakukan.
Copyrights © 2018