Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional Study dengan populasi adalah masyarakat dewasa (30-60 tahun) yang bertempat tinggal di kota Padang, sedangkan sampel diambil secara multistage sampling yaitu Bungus Teluk kabung) dan kecamatan Nanggalo sebanyak 54 orang. Data dikumpulkan dengan melakukan interview intake makanan dengan menggunakan Food Freguency Questionaires (FFQ) dan pengukuran antropometri (Berat badan , tinggi badan dan lingkar pinggang). Selanjutnya data dianalisa dengan uji korelasi Spearman. Pada penelitian ini didapatkan responden yang mepunyai lingkar pinggang abnormal/diatas rata-rata 29 orang (53,7 %) dan lingkar pinggang normal sebanyak 25 orang (46,7%). Rata-rata asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat lebih tinggi pada responden dengan lingkar pinggang abnormal dibandingkan responden dengan lingkar pinggang normal . Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata tingkat konsumsi (energi, protein, lemak, karbohidrat dan serat) antara responden lingkar pinggang normal dan abnormal. p < 0.05. Dengan uji korelasi pada masing-masing tingkat konsumsi (energi, protein,lemak, karbohidrat dan serat ) terhadap lingkar pinggang didapatkan semua tingkat konsumsi mempunyai pengaruh yang signifikan dengan ukuran lingkar pingggang .p < 0,05. Dan hubungan yang paling kuat dengan tingkat konsumsi energi dengan rho 0,719. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi energi,protein ,lemak, karbohidrat dan serat dengan ukuran lingkar pinggang. Dimana hubungannya positif artinya makin tinggi tingkat konsumsi makin tinggi ukuran lingkar pinggang.
Copyrights © 2012