Dengan menggunakan data serf masa pada periode 1969-2001, kajian ini menggunakan pendekatan ekonometrik terutama dengan pendekatan "error correction model". Kajian ini bertujuan untuk menguji dampak dari perubahan kebijakan perdagangan bebas (AFTA penurunan pajak ekspor) terhadap Industri kelapa sawit Malaysia melalui simulasi kebijakan penurunan pajak ekspor sebesar 10, 30, 50 dan 100 persen. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dampak langsung dari kebijakan perdagangan bebas penurunan pajak eksport ini an meningkatkan harga minyak sawit domestik dan penurunan harga minyak sawit dunia, yang pada akhirnya berdampak pada kondisi industri minyak sawit dalam negeri (Malaysia) yaitu peningkatan luas areal tanam, luas areal kelapa sawit yang dipanen, produktivitas minyak sawit, dan ekspor minyak sawit. Analisis kesejahteraan menunjukkan bahwa kebijakan penurunan pajak ekspor akan dinikmati oleh produsen yang ditunjukkan oleh peningkatan dalam "produsen surplus" sementara yang menanggung kerugian dari kebijakan penurunan pajak ekspor adalah konsumen yang ditunjukkan oleh penurunan di dalam "konsumen surplus" dan juga pemerintah.
Copyrights © 2005