Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar Menggunakan kalimat yang baik, tepat dan santun sangat rendah, yakni 37,84% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 66,62. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Two Stay Two Stray. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Menggunakan kalimat yang baik, tepat dan santun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Menggunakan kalimat yang baik, tepat dan santun melalui metode Two Stay Two Stray Siswa Kelas X MIPA 4 SMA Negeri 1 Magetan Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017. Peranan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 71,76; siklus II 76,89; dan siklus III 80,54. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan prosentasi ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 67,57%, siklus II 75,68%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 89,19%.
Copyrights © 2018