Latar Belakang: Akademi Kebidanan Yogyakarta tahun 2013 menjalin kerjasama dengan Kemeterian Daerah Tertinggal dengan tujuan lulusan bisa menjadi tenaga kesehatan untuk daerah tertinggal. Propinsi Nusa Tenggara Barat masih banyak kekurangan tenaga bidan, telah menempatkan bidan desa sebagai PTT. Penelitian ini ingin mengetahui kompetensi Antenatal Care bidan dalam pelayanan kebidanan di tempat pelayanan.Tujuan Penelitian: mengetahui bagaimana kompentensi lulusan bidan Akademi Kebidanan Yogyakarta dari propinsi Nusa Tenggara Barat dalam memberikan asuhan antenatal care.Metode Penelitian: Metode penelitian mix methode yaitu kuantitatif dan kualitatif dengan survey menggunakan kuesioner dan melakukan wawancara. Populasi penelitian adalah seluruh alumni lulusan dari Akademi Kebidanan Yogyakarta berasal dari propinsi Nusa Tenggara Barat pada bulan Mei- Juli 2014. Sampel penelitian ini diambil secara purposive yaitu alumni mewakili tempat kerja di puskesmas atau rumah sakit termasuk dan praktik mandiriHasil Penelitian: Bidan almuni sebanyak 62 bidan, sebagian besar mereka bekerja di Polindes atau Puskesmas, belum melakukan pelayanan secara terpadu terutama untuk pemeriksaan laboratorium. Bidan yang bekerja di rumah sakit belum tentu memberikan pelayanan antenatal care, tergantung penempatan ruang. Pelayanan komp- likasi atau rujukan dilakukan sesuai dengan prosedur. Pengalaman dan lama kerja meningkatkan kemampuan bidan dalam deteksi dini komplikasi dan rujukan.Simpulan dan saran: Kompetensi antenatal care dilakukan sesuai prosedur. Bidan harus meningkatkan pengeta-huan dan ketrampilan sesuai dengan program pemerintah.ABSTRACTBackground: In 2013 Midwifery Academy Yogyakarta formed a partnership with Ministry of Disadvantaged Areas with the aim that graduates could be health workers in disadvantaged areas. West Nusa Tenggara still lacking midwives has set midwives as PTT (civil impermanent servants). This study investigates the Antenatal Care com- petence of midwives in maternity care.Objective: to know how competence of midwifery academy graduates in providing antenatal care in West Nusa Tenggara province.Methods: The research method mixed quantitative and qualitative survey using questionnaires and interviews. The population comprised all alumni of Yogyakarta Midwifery Academy from the province of West Nusa Tenggara in Mei- July 2014. The samples were taken by purposive sampling representing alumni working in primary health centers, hospitals, and independent practiceResults: The alumni were 62 midwives. Most were working in Polindes or primary health center, having no inte- grated services mainly for laboratory examination. Midwives working in hospitals do not necessarily provide ante- natal care, depending on their ward assignation. Complications or referral services were conducted in accordance with standard procedures. Length of working experience improves the ability of midwives in the early detection of complications and referral.Conclusions and suggestions: Antenatal care competence was in accordance with procedures. Midwives should increase their knowledge and skills in accordance with the government program.
Copyrights © 2015