Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir disebut sebagai masyarakat pesisir. Mayoritas masyarakatnya memiliki mata pencaharian utama sebagai nelayan. Sumberdaya laut yang melimpah harusnya membuat masyarakat pesisir menjadi sejahtera, namun kenyataannya kondisi kehidupan mereka masih berada di bawah garis kemiskinan. Salah satu sumber penghasilan adalah menangkap ikan, namun hasil yang diperoleh masih tergantung pada musim. Hal ini berimplikasi pada pendapatan nelayan yang tidak menentu, sementara kebutuhan keluarga harus tetap terpenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, maka nelayan melakukan strategi untuk memenuhi kebutuhan melalui pelibatan perempuan dalam mencari nafkah. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui peran perempuan dalam meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Tompotana, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah melalui wawancara dengan beberapa responden perempuan di Desa Tompotana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan perempuan di Desa Tompotana ikut serta membantu meningkatkan perekonomian keluarga dengan cara menjadi buruh ikat bibit rumput laut, membantu pengepakan arang di industri arang dan mengambil kerang di sekitar hutan mangrove untuk dijual. Hasil mengikat rumput laut, dapat menambah penghasilan rumah tangga mereka sebesar Rp200.000/bulan, buruh industri arang sebesar Rp500.000/tahun dan hasil menjual kerang sebesar Rp750.000/bulan. Penambahan pendapatan tersebut memang kecil, karena di bawah UMR Sulawesi Selatan yaitu Rp2.647.767, tetapi sangat membantu perekonomian keluarga karena dapat menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat.
Copyrights © 2018