This Author published in this journals
All Journal Buletin Eboni
Rini Purwanti
Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Nelayan Perempuan dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Pesisir di Desa Tompotana Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan Rini Purwanti
Buletin Eboni Vol 15, No 2 (2018): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.733 KB) | DOI: 10.20886/buleboni.5156

Abstract

Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir disebut sebagai masyarakat pesisir. Mayoritas masyarakatnya memiliki mata pencaharian utama sebagai nelayan. Sumberdaya laut yang melimpah harusnya membuat masyarakat pesisir menjadi sejahtera, namun kenyataannya kondisi kehidupan mereka masih berada di bawah garis kemiskinan. Salah satu sumber penghasilan adalah menangkap ikan, namun hasil yang diperoleh masih tergantung pada musim. Hal ini berimplikasi pada pendapatan nelayan yang tidak menentu, sementara kebutuhan keluarga harus tetap terpenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, maka nelayan melakukan strategi untuk memenuhi kebutuhan melalui pelibatan perempuan dalam mencari nafkah.  Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui peran perempuan dalam meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Tompotana, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah melalui wawancara dengan beberapa responden perempuan di Desa Tompotana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan perempuan di Desa Tompotana ikut serta membantu meningkatkan perekonomian keluarga dengan cara menjadi buruh ikat bibit rumput laut, membantu pengepakan arang di industri arang dan mengambil kerang di sekitar hutan mangrove untuk dijual. Hasil mengikat rumput laut, dapat menambah penghasilan rumah tangga mereka sebesar Rp200.000/bulan, buruh industri arang sebesar Rp500.000/tahun dan hasil menjual kerang sebesar Rp750.000/bulan. Penambahan pendapatan tersebut memang kecil, karena di bawah UMR Sulawesi Selatan yaitu Rp2.647.767, tetapi sangat membantu perekonomian keluarga karena dapat menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat.
Pentingnya Wanamina sebagai Alternatif untuk Memelihara Tambak di Daerah Pesisir Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan Rini Purwanti
Buletin Eboni Vol 15, No 2 (2018): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.129 KB) | DOI: 10.20886/buleboni.5164

Abstract

Kabupaten Takalar memiliki daerah pesisir sebesar 42,52% dari total wilayah, dengan panjang pantai sekitar 74 km dan luas tambak 5.078,6 ha.  Sebagian besar tambak berada dekat dengan pesisir pantai dan mengalami rusak parah akibat terkena hantaman ombak.  Akibat kerusakan ini, nelayan bukan hanya gagal panen, namun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk memperbaiki tanggul yang rusak. Salah satu alternatif untuk mengurangi terjadinya kerusakan tanggul tambak adalah dengan sistem wanamina.  Wanamina merupakan model pertambakan teknologi tradisional yang menggabungkan antara usaha perikanan dengan penanaman mangrove, yang dapat meningkatkan produktifitas hasil tambak. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui model wanamina yang telah diterapkan oleh masyarakat pesisir di Kabupaten Takalar. Wanamina telah dikembangkan oleh masyarakat di Kabupaten Takalar terutama pemilik tambak di daerah pesisir dengan model penanaman di pematang tambak terluar yang berbatasan langsung dengan pantai, di sekitar pematang tambak dan di tengah tambak.  Dengan adanya tanaman mangrove yang menjadi pembatas antara laut dan tambak masyarakat, mampu mengurangi terjadinya kerusakan tambak akibat abrasi pantai.  Jenis tanaman mangrove yang ditanam adalah Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa.  Kegiatan sosialisasi dan penelitian tentang manfaat wanamina bagi masyarakat di pesisir kabupaten Takalar belum banyak dilakukan, oleh sebab itu sangat dibutuhkan adanya kegiatan tersebut untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat yang belum menerapkan wanamina ini.