Buletin Eboni
Vol 10, No 1 (2013): Info Teknis Eboni

Konservasi Kawasan Pesisir dengan Tanaman Nyamplung

C. Andriyani Prasetyawati (Balai Penelitian Kehutanan Makassar)
Albert D. Mangopang (Balai Penelitian Kehutanan Makassar)



Article Info

Publish Date
28 Nov 2018

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak gugusan pulau dengan kawasan pesisir yang luas. Kawasan pesisir ini merupakan kawasan yang fragile (rawan) terhadap kerusakan. Karakteristik lahan pantai kurang mendukung untuk tumbuhnya berbagai jenis vegetasi. Sementara pertambahan jumlah penduduk dan pembangunan regional yang kurang mempertimbangkan asas kelestarian lingkungan hidup menyebabkan hutan pantaiĀ  mulai mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut akan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bahkan dapatĀ  membahayakan penduduk yang bermukim di sekitar kawasan pesisir. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan yang tepat agar kawasan pesisir terhindar dari kerusakan. Salah satu usaha untuk memperbaiki kawasan pesisir adalah melakukan rehabilitasi melalui penanaman kawasan pesisir dengan tanaman-tanaman pantai yang cocok dan memberikan hasil bagi masyarakat. Tanaman nyamplung dengan segala kelebihan dan manfaat yang dimilikinya merupakan salah satu tanaman pantai yang cocok untuk digunakan sebagai tanaman rehabilitasi kawasan pesisir. Tanaman nyamplung mudah tumbuh dan penanamannya dapat dikombinasikan dengan tanaman spesies pantai yang lain. Rehabilitasi kawasan pesisir dengan tanaman nyamplung diharapkan dapat meningkatkan fungsi/lindungan kawasan pesisir dari kerusakan dan bermanfaat ekonomis bagi masyarakat di sekitar pesisir.

Copyrights © 2013