Buletin Eboni
Vol 13, No 1 (2016): Info Teknis Eboni

Model Pengelolaan Sampah oleh Masyarakat untuk Mendukung Urban Farming di Kota Makassar

La Ode Asier (Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar)
Muhammad Saad (Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar)



Article Info

Publish Date
12 Dec 2018

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk berkorelasi langsung terhadap besarnya jumlah timbulan sampah yang dihasilkan. Kesadaran masyarakat sangat penting dalam pengendalian sampah agar tidak menimbulkan masalah lingkungan. Tulisan ini adalah untuk memberikan informasi tentang membangun model pengelolaan sampah oleh masyarakat secara mandiri dalam upaya mendukung urban farming dan ruang terbuka hijau di Kota Makassar. Penanganan masalah sampah yang telah dilakukan oleh pemerintah Kota Makassar begitu gencar sehingga program Revolusi Kebersihan yang dicanangkan oleh Walikota Makassar pada tanggal 15 Juni 2014 “Gemar Makassar tidak Rantasa” terus dikawal dengan berbagai upaya seperti peningkatan jumlah armada pengangkutan sampah, penambahan Tempat Penimbunan Akhir (TPA) dan upaya pembinaan masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri, Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar sebagai lembaga riset yang membidangi masalah lingkungan dan kehutanan, mencoba menginisiasi model penanganan sampah organik oleh masyarakat secara mandiri. Model pengelolaan sampah yang ditawarkan adalah pengelolaan sampah organik berbasis kelompok masyarakat. Hasil akhir dari pengolahan sampah organik ini adalah kompos yang dapat digunakan sendiri oleh kelompok masyarakat pengelola sampah secara mandiri. Diharapkan informasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendukung program pengelolaan sampah berbasis masyarakat guna bertambahnya ruang terbuka hijau di Kota Makassar.

Copyrights © 2016