Buletin Eboni
Vol 11, No 2 (2014): Info Teknis Eboni

Dampak Penurunan Daur Tanaman HTI Acacia Terhadap Kelestarian Produksi, Ekologis dan Sosial

Suhartati Suhartati (Balai Penelitian Kehutanan Makassar)
Yanto Rahmayanto (Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan Jln. Gunung Batu No. 5, Ciomas Bogor)
Y. Daeng (HTI PT. Arara Abadi Riau)



Article Info

Publish Date
07 Dec 2018

Abstract

Jenis Acacia sp., adalah salah satu jenis tanaman pokok yang dikembangkan pada Hutan Tanaman Industri (HTI)  untuk bahan baku pulp dan kertas. Permasalahan pada jenis tanaman tersebut adalah produktivitasnya masih rendah serta daurnya masih panjang. Untuk kesinambungan suplai kayu terhadap industri kertas, maka perusahaan HTI menurunkan daur tebang  jenis tanaman acacia  yaitu dari umur 6 -7 tahun menjadi  umur 4-5 tahun. Untuk mengetahui dampak daripada penurunan daur tersebut, maka dilakukan  kajian  HTI Acacia crassicarpa pada lahan gambut dan Acacacia mangium pada lahan mineral. Aspek yang dikaji adalah produksi dan kualitas kayu serta kondisi ekologis  dan  sosial. Aspek produksi dan kualitas kayu  yang diamati adalah  volume pohon, sifat kayu dan nilai finansial.  Aspek ekologis  yang diamati adalah kondisi tanah, iklim mikro dan biodiversitas, serta aspek sosial difokuskan pada serapan tenaga kerja terhadap pengelolaan HTI. Hasil kajian menunjukkan bahwa daur  optimal untuk  A. crassicarpa adalah umur 4-5 tahun dan A. Mangium adalah  umur 5-6 tahun, dan hasil analisis finansial menunjukkan tingkat keuntungan  terbesar pada daur tebang umur 4 tahun. Berdasarkan hasil pengujian sifat kayunya menunjukkan bahwa  kayu acacia termasuk kualitas pulp I - II untuk umur  4 hingga 6 tahun. Kondisi ekologis relatif sama pada tegakan acacia umur 4; 5 dan 6 tahun. Penyerapan tenaga kerja menunjukkan nilai terbesar pada daur 4 tahun. Penurunan daur, ditinjau dari azas pengelolaan hutan lestari, layak untuk dioperasionalkan pada pengelolaan HTI untuk bahan baku pulp dan kertas. Apabila penebangan dilakukan melebihi daur optimal tersebut, dapat menurunkan produktivitas hasil serta kuantitas maupun kualitas pulp.

Copyrights © 2014