Penelitian ini menganalisis kesulitan guru dalam membelajarkan pelajaran pendidikan agama Islam kepada anak usia dini. Ada dua sekolah yang menjadi fokus peneliti: TK Mashitoh Kentagen dan RA Hidayatul Qur’an. Peneliti mencoba menganalisis kesulitan-kesulitan yang dialami guru dalam meningkatkan kemampuan afektif anak dalam materi pendidikan agama Islam, beserta upaya dalam mengatasinya. Adapun yang menjadi metode yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memberi kontribusi berupa strategi dalam meningkatkan ranah afektif anak yang dapat menjawab persoalan KI-1, dan KI-2. Strategi ini beranjak dari delapan tipe belajar yang dikemukakan Robert M. Gagne. Kedelapan tipe tersebut adalah signal learning (belajar isyarat), stimulus-response learning (belajar stimulus respon), chaining (rantai atau rangkaian), verbal association (asosiasi verbal), discrimination learning (belajar membedakan), concept learning (belajar konsep), rule learning (belajar aturan) dan problem solving (pemecahan masalah).
Copyrights © 2019