Bendung adalah konstruksi yang digunakan untuk menahan laju air, dan memastikan air didistribusikan secara merata. Di Indonesia ada banyak bendung yang dikendalikan secara manual. Hal ini kurang efektif karena sering terjadi kesalahan yang dilakukan oleh manusia, misalnya di Garut (21/09/2016) dan Bekasi (11/20/2014, 04/21/2016). Dalam penelitian ini, sistem kontrol bendung otomatis dirancang menggunakan metode desain VDI 2206. Data level air dan sensor aliran diolah dengan metode fuzzy logic untuk menentukan pembukaan pintu air dan kondisi bendung (aman / bahaya). Data ditampilkan pada antarmuka berbasis Microsoft Visual Studio. Hasil pengujian pada prototipe (32x20x18cm) menunjukkan sistem dapat bekerja secara otomatis dengan akurasi 99,7%. Kesalahan dipengaruhi oleh kesalahan sensor ultrasonik: 5,61% dan sensor aliran air: 4,83%. Antarmuka menunjukkan data sensor dari mikrokontroler dapat ditampilkan secara real time. Manfaat dari sistem ini adalah mudah untuk mengontrol dan memantau bendung, aliran air didistribusikan secara merata, dan memberikan informasi peringatan dini untuk mengantisipasi banjir.
Copyrights © 2018