Nyeri sendi adalah suatu akibat yang diberikan tubuh karena pengapuran atau akibat penyakit lain. Pada umumnya nyeri sendi dialami oleh seorang lansia. Intensitas nyeri sendi adalah tingkat keparahan nyeri pada sendi yang dirasakan oleh setiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh fakta bahwa kegiatan olahraga mempengaruhi intensitas nyeri pada Lansia di Posyandu Permadi Kecamatan Lowokwaru Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Populasinya yaitu seluruh lansia yang berusia 60 tahun ke atas yang mengunjungi Posyandu Lansia Permadi RT 02 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru Malang, berjumlah 165 lansia. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 lansia. Kegiatan olahraga yang dilakukan lansia seperti senam lansia, lari pagi dan aktivitas ringan seperti mencuci piring serta memasak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Mann Whitney dengan tingkat signifikan ≤ 0,05. Responden yang tidak pernah olahraga mengakibatkan intensitas nyeri sendi berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 14 responden (43%), sebanyak 6 responden (18%) jarang melakukan olahraga dengan intensitas nyeri sendi berada pada kategori sedang, dan sebanyak 2 responden (6,1%) sering olahraga dengan intensitas nyeri sendi pada kategori ringan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa olahraga memiliki kontribusi terhadap intensitas nyeri sendi pada lansia. Lansia yang melakukan olahraga teratur bermanfaat memperbaiki kondisi kekuatan dan kelenturan sendi serta memperkecil resiko terjadinya kerusakan sendi akibat radang sendi.
Copyrights © 2017