Krisis perekonomian global yang terjadi mengakibatkan bisnis tambang mengalami penurunan keuntungan, dikarenakan adanya penurunan permintaan yang membawa dampak pada penurunan harga. Melihat kondisi bisnis tambang saat ini yang terjadi, perusahaan dihadapankan pada resiko kebangkrutan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prediksi kebangkrutan menggunakan model Altman Z Score dan Springate pada Perusahaan Pertambangan di Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2010 -2014. Sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentuken ada empat perusahaan pertambangan yang dijadikan sampel. Pengujian hipotesis menggunakan uji beda Paired T Test. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan model analisis prediksi kebangkrutan model Altman Z Score dan Springate.
Dengan menggunakan model Altman dari empat perusahaan hanya ada satu perusahaan yang diprediksi bangkrut, sedangkan yang tiga perusahaan diprediksi tidak bangkrut , dengan menggunakan model Springate dari empat perusahaan ada dua perusahaan yang prediksi bangkrut, sedangkan yang dua perusahaan diprediksi tidak bangkrut .
Perbedaan hasil analisis tersebut disebabkan adanya perbedaan variabel yang digunakan model Altman Z Score dengan lima variabel dan Springate menggunakan empat variabel.
Copyrights © 2016