Jurnal Masyarakat dan Budaya
Vol 16, No 3 (2014)

PERAN-PERAN PEREMPUAN DI WILAYAH KONFLIK: ANTARA KORBAN, PENYINTAS, DAN AGEN PERDAMAIAN

Ocktaviana, Sentiela ( Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (P2KK-LIPI))
Santoso, Widjajanti M ( Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (P2KK-LIPI))
Purwoko, Dwi ( Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (P2KK-LIPI))



Article Info

Publish Date
16 Sep 2015

Abstract

Tulisan ini mengungkap peran perempuan di wilayah konflik, yaitu di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Selama ini dalam suatu konflik perempuan hanya dianggap sebagai korban padahal upaya informal yang ditempuh oleh kaum perempuan banyak memberikan kontribusi positif pada proses terciptanya perdamaian, perannya sebagai penyintas, dan inisiator perdamaian terlupakan dan tidak pernah mendapatkan keadilan. Perempuan korban konflik di Aceh berharap terjadi pemenuhan hak korban melalui pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi-Aceh (KKR-Aceh). Namun, usaha mereka gagal karena masih kuatnya pengaruh politik dalam penegakan hukum di Aceh. Selanjutnya, Perempuan Ahmadiyah yang mengalami kekerasan fisik, psikologis, dan ekonomi kurang mendapat perhatian dari pemerintah terkait dengan status kewarganegaraan mereka. Sesuai dengan CEDAW, Resolusi DK PBB No. 1325, dan Rekomendasi umum PBB No.19, pemenuhan keadilan dan hak-hak perempuan adalah tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kata kunci: perempuan, konflik, keadilan, hak asasi manusia

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

Publisher

Subject

Description

Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB) or Journal of Society and Culture is a peer-reviewed journal that aims to be an authoritative academic source on the study of society and culture. We publish original research papers, review articles, case studies, and book reviews focusing on Indonesian society, ...