Jurnal Geologi Kelautan: Media Hasil Penelitian Geologi Kelautan
Vol 14, No 2 (2016)

POTENSI ENERGI ARUS LAUT SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN DI SELAT LOMBOK BERDASARKAN DATA INSTANT WEST MOORING DEPLOYMENT 1

Yogo Pratomo (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
Widodo Setiyo Pranowo (Laboratorium Data Laut dan Pesisir, Pusat Litbang Sumberdaya Laut dan Pesisir, Badan Litbang Kementerian Kelautan dan Perikanan)
Sahat Monang Simanjuntak (Dinas Hidro-Oseanografi TNI AL)



Article Info

Publish Date
02 Mar 2017

Abstract

Selat Lombok merupakan salah satu perlintasan massa air laut dunia, yang mengalir dari Samudera Pasifik menuju ke Samudera Hindia yang disebut sebagai Arus Lintas Indonesia (ARLINDO). Hal ini terbukti dengan adanya komponen harmonik periode panjang yang di pengaruhi oleh Matahari (SA, SSA), dan dipengaruhi Bulan (MSF). Hasil rekaman mooring selama 1,5 tahun, selat ini memiliki kecepatan arus harmonik rata-rata sebesar 0,25219 m/dt di kedalaman 100 meter. Arus laut merupakan salah satu energi baru terbarukan yang dapat di manfaatkan sebagai pembangkit listrik. Arus laut diolah dengan menggunakan modul toolbox T-Tide 1,3 beta, dan menghasilkan arus harmonik dan arus non harmonik. Berdasarkan komputasi skenario pertama, dengan menggunakan turbin Helix LC 500 dan menghasilkan listrik 3,56 KW (harmonic), dan 1,86 KW (non harmonik) dengan kecepatan arus terbesar terjadi pada kedalaman 146,31 meter. Nilai kecepatan arus rata-rata terdapat pada kedalaman 178,31 meter dengan daya yang dihasilkan sebesar 92,17 W pada kondisi arus non harmonik. Kecepatan arus rata-rata pada kondisi arus harmonik terdapat pada kedalaman 162,31 meter, dengan daya yang dihasilkan sebesar 32,943 W.Kata Kunci : arus laut, energi baru terbarukan, Selat Lombok, INSTANT West Mooring.Lombok Strait is one of seawater mass outlet, flowing from the Pacific Ocean toward the Indian Ocean called as Indonesian Through Flow (ITF). It is proven by long period of harmonic components influenced by sun (SA, SSA) and moon (MSF). The result of mooring record for 1.5 years, this strait has average speed of the harmonic ocean current is 0.25219 m/s at 100 meters water depth. Ocean current is one of renewable energy that can be used for generating power electric. Ocean currents processed by using T-tide matlab toolbox 1.3 beta to identified the harmonic and non harmonic currents. Based on first scenario of the computer conversion, by using a Helix turbine LC 500 and produce an electricity energy about 3.56 KW (harmonic), and 1.86 KW (non harmonic) ocean currents, with the maximum current speed at the 146.31 meters water depth. The average of current speed average found at 178.31 meters water depth, and it produces a power of 92.17 W (non harmonic). The current speed averages from the harmonic condition is found at 162.31 meters water depth, which can produce a power about 32.943 W.Keyword : ocean currents, potential renewable energy, Lombok Strait, INSTANT West Mooring.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

jgk

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

Jurnal Geologi Kelautan (JGK), merupakan jurnal ilmiah di bidang Ilmu Kebumian yang berkaitan dengan geologi kelautan yang diterbitkan secara elektronik (e-ISSN: 2527-8851) dan cetak (ISSN: 1693-4415) serta berkala sebanyak 2 kali dalam setahun (Juni dan Nopember) oleh Pusat Penelitian dan ...