Upacara nyadran Tuk Tempurung di Dusun Liangan, Temanggung merupakan tradisi yang selalu dijaga oleh masyarakat pendukungnya. Tradisi tersebut terus diwariskan secara turun temurun. Namun, semenjak ditemukannya Situs Liangan yang lokasinya di Dusun Liangan, pada tahun 2008, penyelenggaraan upacara tradisi tersebut mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan penyelenggaraan nyadran Tuk Tempurung dan fungsinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan nyadran Tuk Tempurung mengalami perubahan baik dalam hal penyelenggaraan maupun fungsinya. Upacara nyadran Tuk Tempurung yang semula diselenggarakan secara perorangan dan sederhana, setelah ditemukannya Situs Liangan diselenggarakan secara kolektif. Penyelenggaraan nyadran dikemas lebih meriah. Nyadran Tuk Tempurung mengalami perubahan fungsi, yang semula sakral menjadi profan, artinya kepentingan menjadikan upacara tersebut sebagai daya tarik wisata menjadi lebih menonjol daripada esensi dari penyelenggaraan tradisi nyadran Tuk Tempurung. The ceremony of Nyadran Tempurung Spring in Liangan village, Temanggung is a tradition which is always maintaned by the society supporting it. The tradition is continuously descended.However, the tradition of the performance of the ceremony has changed since Liangan Sites was found in Liangan village in 2008. This research is aimed to know the performance of Nyadran Tempurung Springs and its function. This research used qualitatif and qualitative descriptive analysis methods. The result of the research shows that Nyadran Tempurung Springs has changed in term of the performance and the function. The ceremony of Nyadran Tempurung Springs which was initially performed individually and simply was performed collectively after Liangan Site had been found. The ceremony is merrily performed now. Nyadran Tempurung Springs has changed its function, which is initially sacred turns into profane. It means the ceremony is carrried out to be a tourist attraction more than the essence of the performance of the tradition of Nyadran Tempurung Springs.
Copyrights © 2017