TULISAN ini mengkaji konjungsi yang menandai hubungan semantik waktu bersamaanyang terdapat dalam kalimat dan wacana. Masalah yang dibahas adalah konjungsi apasaja dan bagaimanakah pemakaian konjungsi temporal yang menyatakan waktubersamaan tersebut dalam kalimat dan wacana? Tujuan penelitian ini mendeskripsikanmacam dan pemakaian konjungsi temporal tersebut dalam kalimat dan wacana. Dalampengumpulan data dipergunakan metode simak dan metode cakap. Dalam menganalisisdata dipergunakan metode distribusional dengan penerapan teknik dasar, yaitu teknikbagi unsur langsung dan teknik lanjutan berupa teknik lesap, teknik ganti, teknik balik,dan teknik sisip. Dalam penyajian hasil analisis data dipergunakan metode formal daninformal, dibantu dengan teknik induktif dan deduktif. Berdasarkan hasil pembahasan,dapat disimpulkan bahwa terdapat tujuh macam konjungsi yang menandai hubungan semantik waktu bersamaan dalam kalimat, yaitu dugas ‘ketika/waktu/saat’, daweg‘ketika/waktu/saat’, duk ‘ketika/waktu/saat’, sedeng ‘sedang/ketika/sewaktu/saat’,sedekan ‘ketika/sewaktu/saat’, risedek ‘ketika/sewaktu/saat’,dan rikala ‘ketika/waktu/saat’. Dalam konstruksi kalimat kehadiran konjungsi itu bersifat wajib (tidakdapat dilesapkan), tetapi letaknya tidak tegar, yaitu dapat berada di awal kalimat ataudi tengah kalimat. Ditemukan lima macam konjungsi yang menandai hubungan semantikwaktu bersamaan yang terdapat dalam wacana, yaitu dugasento ‘ketika/waktu/saatitu’, daweg punika ‘ketika/waktu/saat itu’, duk punika ‘ketika/waktu/saat itu’, risedekpunika ‘ketika/waktu/sewaktu/saat itu’, dan rikalapunika ‘ketika/waktu/sewaktu/saat itu’. Kehadiran konjungsi tersebut dalam wacana juga wajib (tidak dapatdilesapkan), dan bersifat tegar, yaitu selalu terletak di awal kalimat kedua. Konjungsidalam kalimat berbentuk kata, sedangkan dalam wacana berbentuk frasa.
Copyrights © 2015