TULISAN ini mengkaji penggunaan gaya bahasa dalam iklan kampanye pemilu legislatiftahun 2014. Kajian dilakukan dengan menggunakan teori gaya bahasa menurut pilihankata dan struktur kalimat Keraf (2008:124–128), di samping teori penggunaan bahasadan bilingualisme dengan diglosia Lumintaintang (1997:1–5). Metode kajian adalahdeskriptif. Sampel data berupa data teks, monolog, dan dialog. Hasil kajian menunjukkanadanya korelasi antara penggunaan gaya bahasa dalam iklan tersebut dan faktor latarbelakang asas partai (Islam dan Pancasila). Hipotesis kerja yang diajukan terbukti,yaitu frekuensi penggunaan gaya pilihan kata BIRR dan BIRT pada ketiga jenis data(teks, monolog, dan dialog) cenderung berkorelasi dengan latar belakang asas partai.Persentase penggunaan gaya bahasa menurut pilihan kata BIRR cenderung digunakanoleh partai berasas Islam dan BIRT pada partai berasas Pancasila. Demikian juga,frekuensi penggunaan gaya bahasa menurut struktur kalimat repetisi pada ketiga jenisdata tersebut juga berkorelasi dengan latar belakang asas partai. Frekuensi penggunaan gaya bahasa menurut struktur kalimat repetisi cenderung digunakan oleh partaiberasaskan Pancasila daripada partai Islam.
Copyrights © 2015