TULISAN ini menganalisis fitur kebahasaan metafora dalam hubungannya dengankekuasaan dalam teks pidato politik Shinzo Abe yang dibacakan saat peresmiannyasebagai Perdana Menteri Jepang ke-96. Pilihan terhadap metafora tertentu mengandungsignifikansi ideologis tertentu. Tujuan tulisan ini adalah untuk mendeskripsikanpenggunaan metafora dalam teks pidato Shinzo Abe. Metode yang digunakan dalampenelitian ini berdasarkan analisis wacana kritis Fairclough (1992:194–197). Titik fokusperhatian Fairclough adalah melihat bahasa sebagai praktik kekuasaan. Temuanpenelitian ini menunjukkan bahwa melalui penggunaan fitur metafora, Shinzo Abe telahmenyalurkan kekuasaannya. Praktik kekuasaan yang tampak adalah kekuasaan dalampelabelan identitas Jepang serta kekuasaan dalam mengendalikan pandangan danperilaku masyarakat. Selain itu, metafora juga dimanfaatkan oleh Shinzo Abe untukmengonkretkan konsep yang abstrak dengan cara mendeskripsikannya dengan suatuhal yang lain agar mudah dipahami oleh pengonsumsi teks.
Copyrights © 2014