Ranah penggunaannya bahasa suku Bonai (salah satu suku asli/ terasing di Provinsi Riau) sedang terancam (Yance dkk., 2017). Padahal, bahasa bagi kelompok linguistik minoritas seperti suku Bonai sangat melekat dengan identitas. Kajian ini difokuskan pada penggunaan bahasa dan identitas suku Bonai. Tujuannya adalah memetakan penggunaan bahasa dalam komunikasi intraetnis dan antaretnis; distribusinya berdasarkan ciri-ciri sosial; dan kaitannya dengan identitas. Kajian ini bersifat kuantitatif dan kualitatif. Bahasa suku Bonai digunakan dalam komunikasi intraetnis (88.3%) dan bahasa Indonesia dalam komunikasi antaretnis (77.28%). Responden perempuan, berumur >50 tahun, berstatus kawin, tinggal di perdesaan, berpendidikan dasar, dan bekerja di sektor swasta paling dominan menggunakan bahasa Bonai untuk komunikasi intraetnis. Sementara itu, responden perempuan, berusia 25—50 tahun, berstatus tidak kawin, tinggal di perkotaan, berpendidikan tinggi, dan bekerja sebagai PNS paling dominan berbahasa Indonesia untuk komunikasi antaretnis. Penggunaan bahasa suku Bonai dalam komunikasi intraetnis, dalam ranah keagamaan, dan dalam ranah budaya merupakan pemertahanan identitas suku Bonai.
Copyrights © 2018