Sebuah studi dilakukan untuk memperkirakan potensi limbah elektronik dari lampu hemat energi (LHE) di Indonesia dengan menggunakan model logistik dan analisis aliran material untuk memperkirakan laju penetrasi dan jumlah LHE yang dikonsumsi di masa depan. Data historis menunjukkan bahwa penetrasi LHE di masyarakat meningkat lebih dari 20 kali di tahun 2011 dibandingkan dengan penetrasi di tahun 2000. Diperkirakan penetrasi LHE ini akan terus meningkat tajam sampai dengan tahun 2020 dan setelah tahun 2020 hingga tahun 2030 akan tetap terjadi peningkatan tetapi nilainya relatif kecil. Di tahun 2020, laju penetrasi LHE diperkirakan sekitar 7,2 unit per rumah tangga dan di tahun 2030 menjadi sekitar 7,94 unit per rumah tangga. Peningkatan penjualan LHE juga diperkirakan terjadi hingga tahun 2030 yaitu sekitar 578 juta unit dan limbah LHE terbuang sekitar 570 juta unit. Secara kumulatif, limbah LHE terbuang hingga tahun 2030 diperkirakan sekitar 9.068 juta unit dan limbah merkuri yang menyertainya sekitar 45 ton. This study is carried out to investigate the electrical and electronic waste of compact fluorescent lamps (CFLs) in Indonesia. Logistic models and material flow analysis (MFA) are applied to forecast the future penetration rate and quantity of CFLs. The historical data shows that the CFLs penetration increased more than 20 times from 2000 to 2011. It is forecasted that the penetration of CFLs will still increase until 2020 and will be relatively flat after 2020. In 2020, penetration rate of CFLs is about 7.2 units per household and in 2030 it is about 7.94 units per household. The sale of CFLs in 2030 is estimated about 578 million units and the number of disposed CFLs is about 570 million units. Cumulatively, the disposed CFLs are about 9,068 million units in 2030 and mercury contained in the waste is about 45 tones.
Copyrights © 2013