In the highland of Papua, various kinds of archaeological evidence has been used to argue the appearance of agricultural activities. Though assessing the evidence in different ways, the more relevant interpretation mostly leads to the changes of technology and economical reason. The presence or exploitation of three of the major plants such as taro, yam and bananas have brought the interpretation towards to domestication practices. The purpose of this paper is to explore the domestication practices of plants in the highland of Papua particularly to analyze the possibility of other plants that have become part of the domestication besides taro, yams and bananas. Data collections in this paper consists of literature study and also through etnoarchaeological data. The result shown that Casuarinas and some species of bean are expected has been introduced in the highland of Papua through domestication practices. AbstrakSelama ini praktek pertanian di dataran tinggi Papua telah menjadi topik yang hangat dalam sejumlah penelitian arkeologi. Hasil dari penelitian tersebut telah menghadirkan beberapa macam interpretasi, diantaranya praktek pertanian tumbuh karena adanya pengembangan teknologi serta kebutuhan ekonomi. Kehadiran beberapa jenis tumbuhan seperti talas (taro), ubi jalar (yams) dan tumbuhan pisang diperkirakan telah menjadi bagian dari praktek budidaya di masa lalu. Tujuan dari tulisan ini yaitu untuk menelusuri praktek domestikasi tumbuhan di daerah dataran tinggi Papua terutama untuk menganalisis kemungkinan adanya tumbuhan lain yang telah menjadi bagian dari praktek domestikasi dimasa lalu selain talas, pisang, dan ubi jalar. Tulisan ini menggunakan metode pengumpulan data melalui studi pustaka dan juga menggunakan data etnoarkeologi. Berdasarkan hasil yang diperoleh, domestikasi tumbuhan di wilayah pegunungan Papua pada masa lalu diperkirakan juga telah membudidayakan jenis-jenis tumbuhan lain seperti Casuarina dan beberapa jenis kacang-kacangan.
Copyrights © 2015