Founding dynasty in the archipelago in general have origins legend miraculous, as well Petuanan Raja Ampat. Discuss the problems associated with the new colors due to the arrival of the influence of Islamic dynasties parmanensi Maluku and local cultural roots; archaeological evidence and legend dynasty Raja Ampat, as well as implications for public rites on the site supporters until now. In essence, this paper aims to reveal the acculturation of local and Islamic conceptions and their associated folklore. The data were collected through observation, library research, and interviews. Based on the research data it can be seen that happen locally and acculturation while maintaining the Islamic conception of collective memory are internalized through legend and tradition medium Kaliraja rites on the site. Rites were performed routinely in medium kapatnai (Stone Eggs King) is useful in building solidarity and community integration Raja Ampat until now.ABSTRAKBerdirinya dinasti di Nusantara pada umumnya memiliki legenda asal-usul yang penuh keajaiban, sebagaimana juga Petuanan Raja Ampat. Masalah yang bahas terkait dengan warna baru akibat kedatangan pengaruh Islam dinasti Maluku dan parmanensi akar budaya lokal; bukti arkeologis dan legenda dinasti Raja Ampat; serta implikasi ritus pada situs bagi masyarakat pendukungnya sampai sekarang. Pada intinya tulisan ini bertujuan mengungkapkan akulturasi budaya lokal dan konsepsi Islam beserta cerita rakyat yang terkait. Data-data dikumpulkan lewat observasi, studi pustaka, dan wawancara. Berdasarkan data-data penelitian dapat diketahui bahwa terjadi akulturasi budaya lokal dan konsepsi Islam dengan tetap memelihara memori kolektif yang diinternalisasi lewat legenda dan medium tradisi ritus di situs Kaliraja. Ritus yang dilakukan secara rutin pada medium kapatnai (Batu Telur Raja) bermanfaat dalam membangun solidaritas dan integrasi masyarakat Raja Ampat sampai sekarang.
Copyrights © 2013