Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat
Vol 9, No 2 (2017): November 2017

PERAN PEREMPUAN DALAM BUDAYA MARITIM WAROPEN [The Role of Women in the Culture of Maritime in Waropen]

Maryone, Rini (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 May 2018

Abstract

In Waropen livelihood, women in connected maritime tradition play roles in providing food for their family In related to the title, there are some problems deal with the women’s roles in Waropen maritime tradition that can be formulated as follows: How are the roles of women in Waropen maritime tradition, what values revealed in maritime tradition. The research applies etnoarcheolgical approach by using some techniques: bibliographical study, observation, and interview. Those collected data are then described, analyzed, interpreted, and concluded. The results show that there are three main livelihood, i.e., processing sagoo, cathing fish (by men), cathing crabs (by men), and gathering seashells (by men). While women’s roles follow the knowledge system of maritime tradition: time, season, wind, and stars. To go to the location of sagoo processing, shrimps and seashells gathering, Waropen women use canoes without leeboard. In local language it is called sewado. Through the roles of Waropen women in maritime tradition, there are some beneficial socio-cultural values, i.e. being religious, corporation, independence, discipline, hard work, creativity, and care to nature.  ABSTRAKPeran serta perempuan Waropen dalam sistem mata pencaharian hidup berkaitan dengan tradisi maritim, perempuan bertanggung jawab penuh untuk menyiapkan makanan bagi keluarganya. Berkaitan dengan judul, ada beberapa permasalahan yang muncul berkaitan dengan peran perempuan dalam budaya maritim Waropen, yang dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana peran perempuan dalam budaya maritim di Waropen?, nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam budaya maritim tersebut?. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnoarkeologi dengan menggunakan beberapa teknik yaitu: studi pustaka, observasi, wawancara. Setelah semua data yang dibutuhkan terkumpul kemudian dideskripsikan, dianalisis dan diinterpretasikan, dan ditarik suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga macam mata pencaharian utamanya yaitu meramu sagu, menangkap ikan (dilakukan oleh lakilaki), menangkap kepiting dan mengumpulkan atau kerang, berburu (dilakukan oleh perempuan). Sementara itu, perempuan Waropen mengikuti sistem pengetahuan budaya maritim seperti sistem pengetahuan mengenai waktu, musim, angin dan bintang. Untuk ke lokasi tempat mencari seperti menokok sagu, mencari keping, udang dan bia, perempuan Waropen menggunakan perahu tak bercadik yang disebut dengan sewado. Melalui peran perempuan Waropen dalam budaya maritim, termuat nilai-nilai sosial-budaya yang berguna dalam kehidupan, yaitu nilai religius, gotong royong atau kerjasama, kemandirian, disiplin, kerja keras, kreatif, dan peduli lingkungan.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

jpap

Publisher

Subject

Arts

Description

Journal of Papua is published twice a year in June and November by the Balai Arkeologi Papua. The Papua Journal contains the results of research, conceptual ideas, studies and the application of theory relating to ...