Situ adalah salah satu ekosistem yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air sementara. Dengan demikian, peran situ menjadi penting dalam siklus hidrologi air. Pentingnya peran situ tidak kemudian menjadikan masyarakat peduli dan mau melindungi keberadaan situ. Justru sebaliknya, situ banyak mengalami pencemaran serta pengurugan. Munculnya permasalahan ini terkait dengan lemahnya pengawasan serta ketidakjelasan pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting situ di Jabodetabek dan permasalahan kelembagaan yang muncul untuk kemudian merumuskan strategi dalam pengelolaan yang berkelanjutan. Pendekatan yang dipakai adalah kualitatif deskriptif karena dianggap bisa memetakan peran stakeholders yang terlibat dengan komprehensif. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa untuk bisa mewujudkan pengelolaan situ yang berkelanjutan diperlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dengan mempertimbangkan kesetaraan derajat sharing, konversi potensi lokal menjadi collective action, serta perkuatan intergovernmental networks.
Copyrights © 2011