Sains modern mendapat respon yang beragam dari Agamawan. Hal ini dilatarbelkangi oleh pembacaan terhadap teks-teks agama yang seringkali tidak sejalan dengan penelitian sains mutakhir. Kemajuan sains tidak terhubung dengan peningkatan spiritualitas. Spiritualitas menjadi dimensi lain dari sains. Dalam situasi tersebut, teori integrasi Ian G. Barbour mencoba untuk mengurai pola-pola relasi sains modern dan agama. Ada empat jenis relasi: konflik; independen; dialog; dan integrasi. Pendekatan tersebut jarang diimplementasikan dalam ranah kajian studi Islam (Islamic Studies). Penelitian ini berupaya mengimplementasikan pendekatan tersebut dalam studi Islam dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Penulis mendapati kecederungan ilmuan muslim lebih dominan pada eksplorasi kajian keislaman daripada sains. Sehingga relasi dominan antara sains dan agama adalah konflik; dialog dan teologi alam. Faktor yang melatarbelakanginya adalah latar belakang pendidikan ilmuwan muslim yang dominan kajian keagamaan; keterbatasan studi interdisipliner dan kurangnya keterbukaan dan pembaruan cara pandang (tajdīd) terhadap teks keagamaan.
Copyrights © 2017