Guru wiyata bhakti sebagai human resource mempunyai kompetensi nalar sosial dan nalar spiritual yang menjadi modal utama bagi performa mereka sebagai pendidik. Sikap mental didukung dengan pemahaman moral yang baik ternyata melahirkan komitmen kerja para guru yang luar biasa. Potensi ini sangat penting untuk membangun mutual relationship dari para stakeholder pendidikan, agar terwujud kualitas pendidikan yang kompetitif. Kematangan kedua nalar tersebut dalam pembentukan kepribadian yang matang pada akhirnya akan memunculkan sikap profesional dan tanggung jawab profesional. Hal ini terjadi karena secara otomatis akan memunculkan sikap moral atau integritas moral yang tinggi pula.
Copyrights © 2009