Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Kelompok eksperimen menggunakan pembelajaran problem solving dan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen jenis nonequivalent control group design. Dengan sampel penelitian adalah siswa kelas 8.1 yang berjumlah 31 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas 8.2 yang berjumlah 31 siswa sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis terhadap nilai gain diperoleh thitung 3,33, dan ttabel 2,000 pada taraf signifikansi α 5% sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Copyrights © 2016