Pada proses kegiatan seni tari, bahasa adalah satu- satunya media yang digunakan dalam penyampaian materi gerak. Tarian pada anak tunanetra menjadi sangat menarik, unik sekaligus sulit. Anak tunanetra memiliki tingkat perkembangan tersendiri dibanding anak normal karena disebabkan kurangnya daya penglihatan sehingga memengaruhi kemampuan belajarnya. Hal ini menjadi sangat unik dan menyulitkan karena bahasa yang digunakan adalah gerak yang ditafsiran menjadi bahasa yang dapat diterima oleh anak tunanetra dan prosesnya melalui penalaran.Penaralan merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan si anak (tuna netra) sehingga wujudnya bisa menjadi sebuah gerakan tari yang diinginkan atau diajarkan oleh sang pelatih. Dari proses ini maka timbullah atau lahirlah berbagai bahasa-bahasa baru untuk anak tuna netra yang digunakan dalam proses penyampaian komunikasi pada setiap kegiatan latihan seni tari anak tuna netra.Kata Kunci: Bahasa, Penalaran, Anak Tunanetra
Copyrights © 2016