Kitab Shahh Muslim merupakan salah satu kitab hadis yang dinilai para ulama dari banyak kalangan sebagai salah satu kitab yang memiliki otentisitas dan validitas tidak diragukan lagi. Akan tetapi dalam perjalanannya, ada sebagian ulama yang meragukan, bahkan menolak sebagian hadis yang ada di Shahh Muslim tersebut. Di antara hadis yang mendapat gugatan atau penolakan yaitu hadis yang dinarasikan oleh Anas ra.: bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, dimanakah )tempat( ayahku (yang telah meninggal sekarang berada( ?. Beliau menjawab : Di neraka. Ketika orang tersebut hendak beranjak, maka beliau memanggilnya lalu berkata : Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka. Ysuf al- Qaradlw merupakan salah seorang dari sederetan ulama yang ikut meragukan validitas hadis ini dalam kitabnya Kayf Natamal Maa al-Sunnah. Di dalam kitab ini, al-Qaradlw meragukan validitas hadis Shahh Muslim tersebut dengan pertanyaan, apa dosa yang telah diperbuat oleh Abdullah bin Abd al- Muthallib sehingga harus masuk neraka, sedangkan ia termasuk ahli fatrah, yaitu orang-orang yang selamat (dari siksa neraka)?. Dengan alasan tersebut, al-Qaradlw akhirnya lebih mengambil sikap tawaqquf. Ia tidak berani menerima hadis tersebut dan juga tidak berani menolaknya. Padahal hadis tersebut merupakan hadis sahih, baik sanad maupun matan-nya. Sedangkan ypaman Nabi. Penggunaan kata ayahku dalam hadis tersebut dengan makna paman merupakan ungkapan majaz. Makna majaz ini diambil setelah tidak mungkin memberikan makna hakiki, karena ayah kandung Rasul meninggal di masa fatrah yang tidak ada seorang utusan pun yang datang kepadanya, ia tidak mungkin masuk neraka.ang dimaksud ayah Rasul yang divonis masuk neraka adalah Ab Thlib,
Copyrights © 2015