Pengujian kualitas mikroba pada sediaan jamu gendong di Kel. Banta-Bantaengtelah dilakukan berdasarkan standar batas kontaminasi mikroba yang masihdianggap aman untuk dikonsumsi pada obat tradisional sesuai yang disyaratkanoleh Departemen Kesehatan RI. Jamu merupakan obat tradisional berbentuk cair dari Jawa yang sangat diminati masyarakat karena harganya terjangkau danmudah diperoleh dan masyarakat menggunakan jamu Tradisional sebagaiminuman penyegar atau obat ringan. Jamu gendong merupakan salah satu obattradisional tidak wajib daftar sehingga pembuatannya tidak dikontrol oleh dinaskesehatan setempat, oleh karena itu kualitas dan hygiene jamu gendong masihsering diragukan disamping itu pengolahan dan penyajian masih sederhana,sehingga tidak menutup kemungkinan apabila jamu tersebut tercemar olehmikroorganisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah totalbakteri pada Jamu Tradisional yang Dijajakan di Kel. Banta-Bantaeng. JenisPenelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif menggunakan metodepemeriksaan Hitung Angka Lempeng Total (ALT). Jamu yang diperiksa adalahempat sampel produksi jamu Tradisional beras kencur yang dijajakan diKelurahan Banta-Bantaeng. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasilbahwa dari keempat sampel jamu tradisional tersebut terdapat tiga sampel yangtidak memenuhi standar dan satu sampel yang memenuhi standar nasionalIndonesia (SNI) dimana batas cemaran mikroba untuk jamu adalah 106cfu/ml.Jumlah Angka Lempeng Total dari 4 sampel uji adalah sampel A adalah 2,1 x 106 cfu/ml, sampel B adalah 8,5 x 106cfu/ml, sampel C adalah 1,4 x 105cfu/ml, dan sampel D adalah 2,4 x 106cfu/ml.
Copyrights © 2015