Di negara berkembang, termasuk Indonesia, banyak permasalahan terkait kemiskinan, misalnya buta huruf, masalah kesehatan, serta kesenjangan sosial-ekonomi. Kemiskinan menjalar dalam beragam bentuk dan menjadi inti dari permasalahan sosial. Ketidakmerataan ekonomi, keberagaman dalam masyarakat, berbagai aspek politik, serta kondisi geografis negara kepulauan yang tersebar dapat menjadi sumber konflik sosial laten. Salah satu cara untuk menghadapinya adalah mendorong lahirnya sociopreneur. Salah satu karakter yang membedakan antara business entrepreneur dan social entrepreneur adalah kepedulian sosial dan kesadaran komunitas, disebut dengan altruisme. Pribadi altruistik memiliki lima karakteristik, yaitu empati yang tinggi, mempercayai dunia yang adil, tanggung jawab sosial, locus of control internal, dan egosentrisme rendah. Telah terbukti bahwa mendongeng efektif dalam menanamkan nilai dan moral pada anak-anak. Anak belajar untuk bersabar, berimajinasi, dan menggunakan emosi saat mendengar dongeng. Dalam paparan ini dijelaskan lima tahap untuk masa kanak-kanak awal agar mendongeng efektif untuk menanamkan nilai dan moral pada anak, yaitu berpikir reflektif dan diskusi, membandingkan beberapa dongeng serupa, memberi respon dengan menggambar dan menulis, dramatisasi, dan narasi oral. Oleh karena itu, melalui paparan ini, para pendidik diharapkan mampu memanfaatkan dongeng secara efektif untuk menanamkan nilai dan moral pada anak-anak sebagai modal mendorong lahirnya para sociopreneur.
Copyrights © 2013