Saat nama ‘Islam’ ditempelkan pada ‘Manajemen Pendidikan’ dan menjadi ‘Manajemen Pendidikan Islam (MPI)’, timbul pertanyaan, apakah ia sudah layak disebut ilmu? Jika sudah, muncul pertanyaan, apa yang menjamin bahwa ia benar-benar telah merepresentasikan sebuah ilmu? Artikel ini bermaksud membuktikan bahwa MPI bisa menjadi sebuah ilmu dan memiliki paradigma keilmuannya sendiri. Untuk membahasnya, digunakan filsafat manajemen aliran realisme kritis (Stephen Ackroyd, 2010) dan sejumlah isu epistemologis praktik organisasi (Frits Schipper, 2010) yang kemudian diretas ke dalam konteks pendidikan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa objek formal MPI itu adalah ilmu manajemen (the Science of management) sedangkan objek materialnya adalah pengelolaan kegiatan pendidikan di pelbagai lembaga pendidikan Islam (madrasah, pesantren dan sekolah Islam). Riset MPI pun fokus pada fakta, konteks, peristiwa dan kasus-kasus yang terjadi di lembaga tersebut, bukan sebatas menempelkan ayat-ayat suci ke dalam teori manajemen pendidikan yang ada, agar nampak Islami. Kitab suci pun pada dasarnya kontekstual (al tafsīr as siyāqi) dan berbasis kepada fakta lapangan (asbāb an nuzūl).
Copyrights © 2016