Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Vol 7, No 1 (2016)

Metode Psikoreligious dalam Rehabilitasi (Pendidikan dan Pembinaan Korban NAPZA dan Miras)

Aris Try Andreas (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara)



Article Info

Publish Date
02 Feb 2017

Abstract

Masalah penyalahgunaan NAPZA dan Miras di Indonesia menjadi isu yang hangat diperbincangkan belakangan ini. NAPZA dan miras tersebut selanjutnya menjadi penyakit akhlak bagi anak bangsa. Hal tersebut yang mendorong pemerintah secara massif melakukan penanggulangan dan pencegahan terhadap penyalahgunaannya. Bukan hanya pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan khususnya pesantren melakukan usaha pendidikan pembinaan terhadap korban NAPZA dan miras. Pesantren sekarang ini bukan hanya wadah menyiapkan anak mendalami dan menguasai ilmu agama Islam yang diharapkan dapat mencetak kader-kader ulama, namun lebih dari itu sebagai wadah rehabilitasi bagi korban narkoba. Artikel ini akan menjelaskan tentang pembinaan korban NAPZA dan miras di Pondok Inabah XX dengan metode Psikoreligious yang melaksanakan pembinaan berdasarkan kurikulum yang telah disusun. Metode psikoreligious tersebut dilakukan dengan cara 1) mandi taubat, 2) shalat sunat, 3) dan zikir. Dalam pembinaannya di pondok Inabah XX tersebut menerapkan beberapa pendekatan: 1) Tahap pendekatan 2) tahap pembinaan awal 3) tahap pembentukan sikap 2) tahap akhir.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

LITERASI

Publisher

Subject

Education

Description

Focus and scope; Educational curriculum studies Subject matter studies Instructional media and educational aid Instructional methods and strategies Techer competence Psyco-socioanthropology studies Educational system managemant Educational character, gender and ...