Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat pereda nyeri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgesik ekstrak etanol buah belimbing wuluh (BBW) pada model hewan yang diinduksi nyeri. Pengujian aktivitas analgetik ekstrak bbwdilakukan pada mencit jantan galur Swiss Webster dengan metode geliat. Sejumlah 55 ekor mencit jantan dikelompokkan secara acak menjadi 11 kelompok perlakuan: kelompok kontrol negatif (menerima suspense pembawa obat), kontrol positif (menerima aspirin dosis 65 mg/kg bb), 9 kelompok uji menerima dosis esktrak n-heksan (dosis 5, 50, 500 mg/kg bb), etil asetat(dosis 5, 50, 500 mg/kg bb), dan etanol (dosis 5, 50, 500 mg/kg bb) secara oral. Semua kelompok uji dinduksi nyeri menggunakan asam asetat 1% dosis 262,5 mg/kg bb secara intraperitoneal. Data jumlah geliat tiap kelompok selama 1 jam dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan, etil asetat dan etanol BBW masing-masing dosis 5, 50, 500 mg/kg bb menunjukkan aktivitas analgetik. Ekstrak etanol BBW dosis 500 mg/kg bb menunjukkan aktivitas analgetik yang sebanding dengan aspirin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa buah belimbing wuluh mempunyai aktivitas analgesik. Ekstrak BBW sebagai analgesik terbaik adalah ekstrak etanol dosis 500 mg/kg bb.
Copyrights © 2014