Jurnal Jamu Indonesia
Vol. 2 No. 3 (2017): Jurnal Jamu Indonesia

Efek Sedativa dan Kebugaran Teh Celup Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis L)

Muhammad Totong Kamaluddin (Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya)
Yuliarni Yuliarni (Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya)
Yeni Agustin (Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya)
Nita Parisa (Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya)
Rahmat Hidayat (Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya)
Tri Wahyuni (Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung)
Citra Yuliana (Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung)
Perryanis Perryanis (Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2017

Abstract

Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis) sejak lama telah digunakan masyarakat Kabupaten Bangka Tengah untuk menangkal keletihan akibat gangguan tidur ringan. Minuman yang diramu dari daun Gaharu yang diiris-iris lalu dijemur sebentar kemudian disedu air hangat kuku ternyata berkhasiat untuk menimbulkan rasa kantuk dan setelah bangun dari terlelap sejenak maka tubuh akan menjadi lebih segar. Penelitian ini ingin membuktikan manfaat tersebut di atas. Sejumlah 60 orang sukarelawan sehat terdiri dari 30 orang laki-laki dan 30 orang wanita dengan rentang umur 18 – 60 tahun berpartisipasi untuk membuktikan efek sedativa dan pengaruh kesehatan lainnya. Dengan disain pre-post test serta kerelaan sukarelawan sehat ini (dengan mengisi informed consent) sebagai responden, maka semuanya diberi minum teh celup Gaharu yang berisi 1 g simplisia kering/saset setiap hari selama 3 minggu berturut-turut. Setelah selesai satu sesi minum, semuanya diwawancarai pemeriksaan fisik, mental dengan menggunakan kuesioner model Pittsburgh Insomnia Rating Scale (PIRS) serta dikoleksi darah intravenanya. Hasil menunjukkan bahwa 32 % responden timbul rasa kantuk ringan, 10 % merasa lebih segar walaupun terasa sakit kepala ringan, serta berkurangnya rasa pegal dan nyeri sendi namun nafsu makan bertambah. Profil darah rutin tidak berubah namun kadar hormon seks seperti testosteron, progesteron, estradiol dan FSH meningkat ringan tanpa LH serta penurunan fibrinogen dan hs-CRP. Sedangkan transaminase hepar tidak berubah. Dari temuan ini disimpulkan bahwa konsumsi rutin teh gaharu memperbaiki profil tidur dan kesegaran jasmani namun tidak bersifat hepatotoksik. Perubahan kadar hormon seks, fibrinogen dan hs-CRP perlu dikaji lebih lanjut.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

JJI

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Other

Description

Jurnal Jamu Indonesia (JJI) didedikasikan untuk pertukaran informasi dan pemahaman keilmuan yang meluas mengenai pengembangan dunia jamu melalui penerbitan makalah-makalah Ilmiah. Tema makalah ilmiah yang menjadi lingkup JJI meliputi tema riset jamu dari hulu kehilir yang tidak terbatas pada riset ...