Pasien merupakan subyek pelayanan medis. Pasien mempunyai hak untuk mendapat pelayanan medis yang maksimal dari para tenaga medis. Untuk itu, tenaga medis dituntut untuk melaksanakan asuhan pelayanan medis untuk pasien dengan memandang pasien secara bio-psiko-sosio-spiritual secara komprehensif, sebab tenaga medis sebagai tenaga yang profesional mesti menjamin terlaksananya tugas tersebut dengan baik dan bertanggung jawab secara moral. Karena itu, komunikasi merupakan faktor yang paling penting untuk menetapkan hubungan terapeutik antara tenaga medis dan pasien. Menemukan cara yang efektif untukmengatasi hambatan komunikasi akan memberikan kesempatan bagi tenaga medis dalam menjembatani budaya dalam pemberian asuhan kesehatan. Tenaga medis yang menggunakan sumber yang tersedia dan memecahkan masalah saat terdapat kesulitan komunikasi akan lebih bisa membantu klien dan keluarga untuk mengakses pelayanan kesehatandan manfaat dari layanan asuhan kesehatan. Saat tenaga medis mampu berkomunikasi dengan baik dalam bentuk verbal dan tertulis, maka tenaga medis telah membantu pasien untuk bisa mengalami kesembuhan. Dalam hal ini,komunikasi terapeutik sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien.
Copyrights © 2017