Manusia adalah makhluk sosial. Kesejatian sebagai makhluk sosial mengharuskan manusia untukmenciptakan sosialitas dengan yang lain. Interese dengan yang lain terwujud dalam persekutuan (koinonia).Persekutuan ini bukan anonimitas melainkan identitas bersama yang mudah diidentifikasi oleh banyak pihak. Salahsatunya adalah persekutuan yang dibentuk oleh Yesus Kristus yang sampai saat ini dikenal sepanjang masa. Kristusadalah kepala dari Persekutuan itu dan melalui sakramen pembabtisan mengangkat kita sebagai anggota-Nya (IKor 12:12-14;27). Persekutuan tersebut adalah persekutuan Kristus. Iman yang bersatu dalam Kristus, menjadikansemua anggota sebagai saudara dengan yang lain (1 Kor 1:1;5:11;16:12). Sebagai saudara, setiap anggota persektuandiarahkan untuk dapat saling membebaskan melalui penghayatan iman. Persekutuan yang membebaskan adalahhasil dari dorongan dan komitmen setiap pribadi untuk mewujudkan nilai-nilai iman dalam relasi dengan oranglain, baik relasi antar anggota persekutuan maupun dalam relasi antar kelompok. Oleh karena itu, persekutuan yangmenciptakan kebebasan bagi setiap individu untuk menikmati keadilan, ketenangan, kesejahteraan, perdamaintidaklah sekali jadi, tetapi proses yang terus menerus.
Copyrights © 2018