Teori cinta dalam pemikiran Islam menempati posisi penting sebagai salah satu elemen utama dalam perbincangan tentang relasi manusia baik dengan Sang Pencipta maupun dengan alam atau sesama mahluk lainnya. Seiring dengan perjalanan zaman, ajaran cinta, dengan karakter keuniversalan natural serta keintiman personal yang dimilikinya, semakin mendapatkan tempat dalam skala global dalam kaitannya dengan pemikiran tentang hakikat kemanusiaan. Salah seorang pemikir Islam yang menawarkan konsep cinta dalam kaitannya dengan hakikat kemanusiaan adalah Sir Muhammad Iqbal, yang sangat terpegaruh oleh Jalauddin Rumi, “the prophet of love.” Iqbal mengurai konsep cintanya dalam skema penyempurnaan diri menuju penyatuan abadi dengan Sang Khalik.
Copyrights © 2015