Depresi merupakan gangguan psikiatri yang menonjolkan mood sebagai masalahnya, dengan berbagai gambaran klinis yakni gangguan episode depresif, gangguan sistemik, gangguan depresif mayor dan gangguan depresif unipolar serta bipolar. Depresi merupakan penyakit yang sering muncul terutama pada pasien penyakit kronis, salah satunya gagal ginjal kronik. Pada salah satu penelitian penelitian menemukan bahwa prevalensi depresi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis mencapai 31,1%. Kualitas hidup merupakan sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan yang bisa diartikan sebagai respon dari emosi penderita terhadap aktivitas sosial, emosi, pekerjaan dan hubungan antar keluarga, rasa bahagia atau senang, sesuai dengan harapan maupun kenyataan yang ada, adanya kepuasan dalam melakukan fungsi fisik sosial dan emosional, juga suatu kemampuan bersosialisasi dengan orang lain. Depresi diduga merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan kualitas hidup pasien. Tujuan: untuk mengetahui hubungan depresi terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Metode: Jenis penelitian adalah cross sectional, dengan teknik pengambilan data judgment sampling. Penilaian depresi menggunakan Beck Depression Inventory-II (BDI- II), sedangkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik menggunakan Short Form Health Questionnaire (SF-36). Hasil: Nilai rata-rata kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik pada penelitian ini adalah 61,42 yang berarti kualitas hidup rata-rata pasien baik. Dari uji korelasi menggunakan uji spearman terdapat hubungan yang cukup kuat antara tingkat kualitas hidup dengan tingkat depresi, dimana diperoleh hasil pasien non-depresi memiliki kualitas hidup yang baik, dan sebaliknya (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat kuat antara depresi dengan kualitas hidup, dimana kualitas hidup pasien non-depresi lebih baik dari pada depresi. Oleh karena itu perlu perhatian yang khusus terhadap pasien gagal ginjal yang mengalami depresi.
Copyrights © 2018