YARSI Medical Journal
Vol 17, No 3 (2009): SEPTEMBER - DESEMBER 2009

Pengaruh Kurkumin pada Kultur Sel Luteal Tikus yang mengandung Teofilin terhadap Kadar cAMP dan Progesteron

Purwaningsih, Endang ( Department of Anatomy, Faculty of Madicine, YARSI University, Jakarta)
Kadarsih Soejono, Sri ( Department of Physiology, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University, Yogyakarta)
Dasuki, Djaswadi ( Department of Obstetric and Gynecology, Faculty of Madicine, Gadjah Mada University, Yogyakarta)
Meiyanto, Edy ( Department of Molecular Biology, Faculty of Pharmacy, Gadjah Mada University, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
10 Oct 2009

Abstract

Senyawa kurkumin dapat menghambat steroidogenesis kultur sel luteal dengan menghambat sekresi progesteron. Letak kerja kurkumin pada steroidogenesis kultur sel luteal belum diketahui. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kurkumin terhadap kadar cAMP dan kadar progesteron pada steroidogenesis kultur sel luteal dengan penambahan teofilin. Subyek penelitian adalah korpus luteum tikus Sprague Dawley yang diinduksi dengan PMSG. Kurkumin diberikan sesaat setelah stimulasi LH dan atau PGF2a dengan dan tanpa penambahan teofilin. Kemudian kultur sel diinkubasi selama 24 jam. Konsentrasi cAMP diukur dengan metode ELISA sedangkam konsentrasi progesteron diukur dengan metode RIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LH meningkatkan cAMP dan kadar progesteron secara bermakna, sedangkan PGF2a mengurangi kadar cAMP dan kadar progesteron secara tidak bermakna. Teofilin meningkatkan kadar cAMP dan kadar progesteron secara bermakna dan hampir sama dengan stimulasi LH. Kurkumin menghambat kadar cAMP oleh LH maupun teofilin. Disimpulkan bahwa kurkumin menghambat kadar cAMP dan kadar progesteron pada kultur sel luteal dengan cara menekan transduksi sinyal di up stream cAMP.

Copyrights © 2009