Efek antiinflamasi ekstrak etanol rimpang kunyit dilakukan pada tikus putih yang diinduksi larutan karagenan (lambda carrageenan) 1%, penelitian dilakukan dengan membagi hewan menjadi 5 kelompok. Kelompok A diberi CMC 0,5%, kelompok B diberikan Indometasin dengan dosis 100 mg / kgBB, kelompok C diberi ekstrak etanol rimpang kunyit dengan dosis 400 mg / kgBB, kelompok D diberi ekstrak etanol rimpang kunyit dengan dosis 500 mg / kgBB, kelompok E diberi ekstrak etanol rimpang kunyit dengan dosis 600 mg / kgBB. Hasil skrining fitokimia serbuk rimpang kunyit menunjukkan bahwa senyawa kimia yang terkandung adalah alkaloid, flavonoid, dan minyak atsiri. Hasil uji antiinflamasi menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata antara kelompok tikus yang diberi suspensi CMC (kontrol), suspensi ekstrak etanol rimpang kunyit dengan dosis 400 mg / kg BB, 500 mg / kg BB, 600 mg / kg BB (uji bahan) dan suspensi indometasin dengan dosis 100 mg / kg BB (perbandingan positif). Suspensi ekstrak etanol rimpang kunyit dengan dosis 600 mg / kg BB menunjukkan bahwa kemampuan anti-inflamasi lebih baik daripada dosis 400 mg / kg BB dan 500 mg / kg BB, dan suspensi ekstrak etanol rimpang kunyit dosis 600 mg / kg BB menunjukkan efek antiinflamasi yang tidak benar-benar berbeda dengan suspensi indometasin dengan dosis 100 mg / kg BB, hal ini ditunjukkan oleh analisis statistik ANOVA di antara perbandingan tersebut terhadap suspensi indometasin sebagai perbandingan positif.Kata kunci: antiinflamasi, indometasin, etanol rimpang kunyit
Copyrights © 2018