Buah Kawista (Limonia acidissima L.) mengandung flavonoid. Penelitian ini untuk menguji efek hepatoprotektor dari ekstrak buah kawista pada tikus putih jantan yang diinduksi dengan CCL4. Lima belas tikus dibagi dalam lima kelompok secara acak terdiri dari kelompok kontrol negatif, kelompok control CCL4, kelompok dosis 1 (4,55 mb/gr BB), Kelompok dosis 2 (9,09 mg/gr BB), kelompok dosis 3 (18,19 mg/ gr BB) diberikan ekstrak etanol yang diekstraksi dari buah kawista selama 10 hari. Data dianalisis dengan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan CCL4 dapat menyebabkan hepatotoksisitas dengan meningkatnya kadar AST dan ALT. Hasil juga menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah kawista memiliki aktivitas hepatoprotektif yaitu dosis 3 (18,19 mg/gr BB) mampu mengurangi jumlah SGOT dan SGPT dalam jumlah besar.
Copyrights © 2015