Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pendekatan latihan mana yang lebih berpengaruh antara Senam Aerobik Low Impact dan Jogging terhadap penurunan persentasi lemak tubuh. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive random sampling sebanyak 60 orang dari 116 populasi mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan FIK UNJ. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan mengitung uji t. Hasil analisis data awal adalah sebagai berikut: 1) diketahui rata-rata tes awal persentasi lemak tubuh senam aerobik low impact sebesar 16.683% dan diketahui rata-rata test akhir persentasi lemak tubuh senam aerobik low impact sebesar 14.210%. 2) diketahui rata-rata data tes awal persentasi lemak tubuh jogging sebesar 15.023% dan diketahui rata-rata tes akhir persentasi lemak tubuh jogging sebesar 12.253%. Terdapat selisih antara rata-rata data awal persentasi lemak tubuh senam aerobik low impact dan rata-rata data awal persentasi lemak tubuh jogging sebesar 1.66%, sedangkan untuk rata-rata data tes akhir persentasi lemak tubuh senam aerobik low impact dan rata-rata data tes akhir persentasi lemak jogging sebesar 1.957%. Dengan teknik statistik uji t didapat t hitung = 1,901 < t tabel = 2,01. Berdasarkan hipotesis statistik ternyata t hitung = 1,901 < t tabel = 2,01, dengan demikian Ho diterima. Berarti tidak ada perbedaan yang signifikan atau perbedaan yang bermakna antara group senam aerobik low impact dengan jogging terhadap penurunan lemak tubuh pada Mahasiswa program Studi Ilmu Keolahragaan FIK UNJ. Kata Kunci : Senam Aerobik Low Impact, Jogging, Persentasi Lemak Tubuh
Copyrights © 2017