Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kepustakaan (library research) dengan mengangkat naskah Attoriolong ri Luwu sebagai fokus utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang melatari terjadinya peristiwa perjanjian raja Bone dan raja Luwua dalah keinginan untuk menciptakan perdamaian dengan mencegah terjadinya permusuhan dan peperangan khususnya untuk menghentikan perang Cenrana yang dipicu tidak saja karena keinginan mempertahankan wilayah tetapi juga keinginan besar atau ambisi yang kuat untuk ekspansi atau perluasan wilayah kerajaan. Isi perjanjian itu pada intinya bertujuan untuk mempersatukan orang Luwu dan orang Bone dalam persaudaraan yang kuat sehingga tercipta kehidupan yang aman dan damai selamanya, di mana tak ada lagi permusuhan dan perang antara dua kerajaan. Selain itu, kesepakatan penting lainnya antara raja Luwu dan raja Bone selain butir-butir perjanjian Polo Malelaèri Unynyi adalah disepakatinya pertukaran pajung Luwu yang telah direbut oleh raja Bone dengan wilayah Cenrana yang mengakibatkan batas wilayah kerajaanLuwu di Selatan menyempit (hanya sampai di Akkotengeng) dengan lepasnya Cenrana. Tetapi, berimplikasi positif terhadap keamanan dan kedamaian kerajaan Luwu selanjutnya. Kata Kunci: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kepustakaan (library research) dengan mengangkat naskah Attoriolong ri Luwu sebagai fokus utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang melatari terjadinya peristiwa perjanjian raja Bone dan raja Luwua dalah keinginan untuk menciptakan perdamaian dengan mencegah terjadinya permusuhan dan peperangan khususnya untuk menghentikan perang Cenrana yang dipicu tidak saja karena keinginan mempertahankan wilayah tetapi juga keinginan besar atau ambisi yang kuat untuk ekspansi atau perluasan wilayah kerajaan. Isi perjanjian itu pada intinya bertujuan untuk mempersatukan orang Luwu dan orang Bone dalam persaudaraan yang kuat sehingga tercipta kehidupan yang aman dan damai selamanya, di mana tak ada lagi permusuhan dan perang antara dua kerajaan. Selain itu, kesepakatan penting lainnya antara raja Luwu dan raja Bone selain butir-butir perjanjian Polo Malelaèri Unynyi adalah disepakatinya pertukaran pajung Luwu yang telah direbut oleh raja Bone dengan wilayah Cenrana yang mengakibatkan batas wilayah kerajaanLuwu di Selatan menyempit (hanya sampai di Akkotengeng) dengan lepasnya Cenrana. Tetapi, berimplikasi positif terhadap keamanan dan kedamaian kerajaan Luwu selanjutnya.
Copyrights © 2013